Apa yang ada
jarang disyukuri
Apa yang tiada
sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap
Baru kan terasa
bila hilang
di dalam genggaman
Apa yang diburu
timbul rasa jemu
Bila sudah
di dalam genggaman
Dunia ibarat
air laut
Diminum hanya
menambah haus
Nafsu bagaikan
fatamorgana
indah dimata
namun tiada
Panas yang membahang
disangka air
Dunia dan nafsu
bagai bayang-bayang
Dilihat ada
ditangkap hilang
Tuhan
leraikanlah dunia
Yang mendiam
di dalam hatiku
Kerana
di situ tidakku mampu
Mengumpul
dua cinta
Hanya cinta-Mu
kuharap tumbuh
Dibaja-i (dipupuk) bangkai
nafsu yang kubunuh
-----------------------------------------------------
Sejarah Lagu
*Dinyanyikan semula oleh Saujana (Kembara Cinta) 1999
*Dinyanyikan juga oleh Sharifah Aini
* Dinyanyikan pula oleh The Zikr
--------------------------------------
- Homemain page
- Pengantarsay hello
- Ad Durrun NafisTasawwuf
- Subscribe to RSSkeep updated!
Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts
May 18, 2013
yakin, sebelum datang ragu
Bila takut gelombang, mengapa
berlayar …..? bila takut berkata cinta mengapa berikrar..
yakin, sebelum datang ragu, sebagaimana engkau berikrar padaNya,
sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku adalah milikMu… yaa Allah..
inilah cinta yang sesungguhnya, yang sanggup arungi gelombang kehidupan menuju pantai kedamaian yang tiada panas tiada pula dingin..
Perahu adalah jasadmu, layar adalah iktiarmu, kuatkan tiang layarmu. mohon padaNya kekuatan, tuk arungi lautan kehidupan ini.
Jangan… perahumu tenggelam, menabrak karang nafsumu, berupa angan angan dalam akal khayalmu, penyesalanpun tiada arti lagi.
Yakinlah padaNya, sesungguhnya hidup dan mati ada dalam genggamannya,
bersujud kening cium bumi ketulusan, senantiasa bumi memberi meski dihina dan dicaci, ibu bagi ragaku karena tanah asal daripadaNya.
Innalillahi wainnaillaihi rojiun
segalanya adalah milik allah dan akan kembali pada allah
semuanya di ijabahi olehNya tidak memandang baik atau jelek tanpa kecuali
seandainya allah tidak mengijinkan niscaya tidak akan ada kejahatan dan keburukan serta agama yang berbeda beda
hanya keyakinan diri yang menentukan apa yang menjadi pilihannya resiko tanggung sendiri
gus.i.batorokarang
May 03, 2013
kata datuk dulu
kata datuk dulu janganlah merasa bisa tapi tidak bisa merasa.
merasa sempurna tapi tidak sempurna merasa.
merasa paling berilmu tak tahu hakikatnya bodoh.
tanpa disadari akan menjadi belati yang menusuk diri,
kalo tidak dievaluasi dimuhasabahin ditaubatin.
akan menjelma menjadi ke aku an yang begitu cincai.
padahal Aku di atas aku itu yang sebenarnya hidup.
untuk mengejar ridho Aku mestilah hilang aku yang kecil.
tanda-tanda orang seperti itu salah satunya beraura gelap, tiasa menghujat orang laen dari belakang, tapi nte berani berkata berhadapan secara langsung agar silahturahmi slalu terjaga.
yang paling berbahaya lagi, apabila orang seperti ini berprofesi sebagai pemberi contoh bagi orang banyak. ketika sifat itu dibawa kedalam sistem, maka akan terjadi konflik yang tak kunjung henti dan menggersangkan.
Oh... aku gelok deh jadinya.
Jangankan pintar, bodoh pun aku ndik punya. Al Fatihah
merasa sempurna tapi tidak sempurna merasa.
merasa paling berilmu tak tahu hakikatnya bodoh.
tanpa disadari akan menjadi belati yang menusuk diri,
kalo tidak dievaluasi dimuhasabahin ditaubatin.
akan menjelma menjadi ke aku an yang begitu cincai.
padahal Aku di atas aku itu yang sebenarnya hidup.
untuk mengejar ridho Aku mestilah hilang aku yang kecil.
tanda-tanda orang seperti itu salah satunya beraura gelap, tiasa menghujat orang laen dari belakang, tapi nte berani berkata berhadapan secara langsung agar silahturahmi slalu terjaga.
yang paling berbahaya lagi, apabila orang seperti ini berprofesi sebagai pemberi contoh bagi orang banyak. ketika sifat itu dibawa kedalam sistem, maka akan terjadi konflik yang tak kunjung henti dan menggersangkan.
Oh... aku gelok deh jadinya.
Jangankan pintar, bodoh pun aku ndik punya. Al Fatihah
Labels:
Intisari,
Pendidikan,
Perumpamaan,
Sajak,
Tauladan
Sajak buat adinda
Duhai adinda tercinta,
Hidup bukanlah bagaimana dicinta,
Tapi bagaimana seharusnya mencinta.
Bukan bagaimana merasa sempurna,
Tapi bagaimana sempurna merasa.
Sebab yang abadi
Ialah cinta yang bermuara di dalam hati
Walau jasad melebur bersama bumi
Nyawa di dalam diri, Tak kan pernah mati
Duhai adinda,
dengan ikhlas, kau kan dapati semua ini.
Hidup bukanlah bagaimana dicinta,
Tapi bagaimana seharusnya mencinta.
Bukan bagaimana merasa sempurna,
Tapi bagaimana sempurna merasa.
Sebab yang abadi
Ialah cinta yang bermuara di dalam hati
Walau jasad melebur bersama bumi
Nyawa di dalam diri, Tak kan pernah mati
Duhai adinda,
dengan ikhlas, kau kan dapati semua ini.
April 30, 2013
Puisi terakhir WS. Rendra
Seringkali aku berkata..
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman baiku.
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih,
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku.
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”….
(Puisi terakhir WS. Rendra yang dituliskannya di atas tempat tidur Rumah Sakit)
December 25, 2012
Bahasa Sunyi Cinta - Kiai Budi Harjono
dalam bahasa sunyi cinta
yang
bicara adalah perilaku bukan kata
aku memang berpuitis
tetapi ku lebih takjub kepada
peristiwa melebihi kata-kata
disitulah fakta sebenarnya
cukup mati itu menjadi nasihat
siapa pun yang berfikir tentang kematian
kedasyatan ke lubuk hati melebihi dari pidato siapapun
sayyidina umar bin khattab masuk islam
bukan karna ceramah
karna bacaan qur'an adiknya
banyak orang masuk islam bukan karna pidato
melainkan mendengar azan
di saat uang dihitung sampai tidak tidur,
pada ujung menghitung uang 'apa arti semuanya ini?
hambar, kering, bingung,
pada ujungnya untuk apa semua itu..
begitu tidak tau untuk apa semua itu hadirlah cinta
abstraksi
"Allahu akbar Allahu akbar...
Azan yang bersumber dari hati
akan menerobos lembut juga dihati
maka disitu dawai-dawai jiwa terpancing
di balik yang maujud ini pasti ada yang mewujudkan
semesta yang beraneka ragam hanyalah sebuah tongkat
tetapi ketika mata hatimu bisa musyahadah
'apa artinya tongkat bagi orang yang sudah bisa melihat
kemakmuran dan kesehatanmu hati-hati
bisa menjadi selubung hatimu
untuk tuhan bermahkota dihatimu
jangan menunggu bencana ketika tuhan bermahkota
tetapi dirimu sendiri kau bayar dengan ongkos derita
tidak ada dusun cinta yang tanpa derita
siapapun yang masuk kedalam dusun cinta
mohon maaf
bacalah dulu
di gerbang desa itu ada tertulis spanduk
"selamat datang derita"
mungkin kau dekat dengan kekuasaan
amat merepotkan orang
tetapi ketika engkau dengan rakyat yang menderita
engkau sendiri yang harus mengongkosi dan membayarnya
kalo tidak..
jangan bicara cinta..
minggirlah..
Yaa robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa
Waghfirlanaa maamadho yaa waasi'al karomi
maaf jangan kau kira menjadi orang yang berkuasa
mendapati banyak kekayaan sekarang adalah bagian dari
kurnia
rumi bisa mengatakan bahwa itulah penggiring
menuju 'tiang gantungan
tetapi siapapun yang menderita
jangan kau sangka bahwa
tuhan sedang bermain-main dengan dirimu
tetapi ketika engkau menderita
tuhan sedang menggiringmu pada titik keintiman
hanya antara aku dan kau
inilah yang disebut rumi kekayaan yang tak ternilai
harganya
dan kalo kau tajjallikan kedalam semesta
semesta akan kebagian semua
tumbuhan, binatang kebagian
tetangga, saudara, orang tuamu akan kebagian
dan engkau akan mendekati sifat rasul rahmatan lil
alamin
Yaa robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa
Waghfirlanaa maamadho yaa waasi'al karomi
Ya arhaman rahimin
Ya arhaman rahimin
Muhammadun sayyidul kaunaini watstsaqolaini
wal fariiqoini min 'urbin wamin 'ajami
Labels:
Hakekat,
Perumpamaan,
Rumi,
Sajak,
Tokoh
December 24, 2012
Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah Si Telaga Karya SDD
Aku
ingin adalah
judul puisi yang sering ditulis dalam undangan pernikahan. Kemungkinan inilah
bait puisi karya penulisa Indonesia yang paling sering ditulis di undangan
pernikahan orang Indonesia. Yang dapat mengalahkannya adalah penggalan ayat
dari Kitab-kitab Suci.
Yang
menarik, meski ditulis dalam undangan baik pernikahan atau perayaan lainnya
baik yang sifatnya personal atau pun komersial, Sapardi sang penyair tidak
mendapat royalti atas karyanya tersebut.
Prof.
Dr. Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta, 20 Maret 1940; umur 72 tahun)
adalah seorang pujangga Indonesia terkemuka. Ia dikenal dari berbagai
puisi-puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga beberapa di
antaranya sangat populer.
Sajak-sajak
SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa,
termasuk bahasa daerah. Ia tidak saja menulis puisi, namun juga cerita pendek.
Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei,
serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.
Beberapa
puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin, Hujan Bulan
Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu
Pagi Hari. Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi
terhadapnya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana
(tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Ananda Sukarlan pada tahun 2007
juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD (sumber wikipedia)
Hujan
Bulan Juni
tak
ada yang lebih tabah
dari
hujan bulan juni
dirahasiakannya
rintik rindunya
kepada
pohon berbunga itu
tak
ada yang lebih bijak
dari
hujan bulan juni
dihapusnya
jejak-jejak kakinya
yang
ragu-ragu di jalan itu
tak
ada yang lebih arif
dari
hujan bulan juni
dibiarkannya
yang tak terucapkan
diserap
akar pohon bunga itu
Pada
Suatu Hari Nanti
jasadku
tak akan ada lagi
tapi
dalam bait-bait sajak ini
kau
takkan kurelakan sendiri
pada
suatu hari nanti
suaraku
tak terdengar lagi
tapi
di antara larik-larik sajak ini
kau
akan tetap kusiasati
pada
suatu hari nanti
impianku
pun tak dikenal lagi
namun
di sela-sela huruf sajak ini
kau
takkan letih-letihnya kucari
Akulah
Si Telaga
akulah
Si Telaga
berlayarlah
di atasnya
berlayarlah
menyibakkan riak-riak kecil
yang
menyerakkan bunga-bunga pantai
berlayarlah
sambil memandang harunya cahaya
sesampai
di seberang sana
tinggalkan
begitu saja perahu
biar
aku yang menjaganya
Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari
Waktu aku berjalan ke barat diwaktu pagi
Matahari mengikutiku dibelakang
Aku berjalan mengikuti baying-bayangku sendiri
Yang memanjang didepan
Aku dan matahari tidak pernah bertengkar tentang siapa
diantara kami yang telah menciptakan baying-bayang
aku dan bayang-bayang tidak pernah bertengkar tentang siapa
diantara kami yang harus berjalan didepan
Sapardi Dj.D.
October 30, 2012
tiada warna dan kosong
Cahaya diatas cahaya itu tak laen Cinta diatas cinta
Aku yang bukan aku itu tak laen Cinta yang bukan cinta itu
Sungguh awal mula kehidupan ini itu tak berwarna
sebab yang tak berwarna adalah awal dari warna-warni kehidupan
dan Sungguh awal mula kepadatan itu adalah kosong
sebab yang kosong itulah sesuatu yang hakekatnya berisi
Dalam ranah kepasrahan engkau mestilah tak berwarna
Dalam ranah ketundukkan engkau mestilah kosong
Aku yang bukan aku itu tak laen Cinta yang bukan cinta itu
Sungguh awal mula kehidupan ini itu tak berwarna
sebab yang tak berwarna adalah awal dari warna-warni kehidupan
dan Sungguh awal mula kepadatan itu adalah kosong
sebab yang kosong itulah sesuatu yang hakekatnya berisi
Dalam ranah kepasrahan engkau mestilah tak berwarna
Dalam ranah ketundukkan engkau mestilah kosong
Hapuskan keakuan itu dan biarkan AKU yang mengisi
Sebab dari situlah engkau akan paham sebuah makna
"Innalillahi wa inna ilahi rojiun, semua berasal dari Cinta dan akan kembali kepada Cinta"
Pabila tidak, tak mungkin kan kau temui yang terdalam dan ternyatakan dari kalam:
Jika Aku mencintai-Nya
maka Aku menjadi pendengarannya
yang ia mendengar dengannya,
penglihatannya yang ia melihat dengannya,
tangannya yang ia menyergap dengannya,
dan kakinya yang ia berjalan dengannya.
Jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memenuhinya dan jika memohon perlindungan kepada-Ku maka Aku akan melindungi-Nya
Biarkan aku berhenti melihat diriku & mulai melihat diri-Mu.
Bukankah Engkau lebih dekat denganku daripada aku dengan diriku.
@anggakatmadja, Rumah Cahaya, 23.46 WIT
Sebab dari situlah engkau akan paham sebuah makna
"Innalillahi wa inna ilahi rojiun, semua berasal dari Cinta dan akan kembali kepada Cinta"
Pabila tidak, tak mungkin kan kau temui yang terdalam dan ternyatakan dari kalam:
Jika Aku mencintai-Nya
maka Aku menjadi pendengarannya
yang ia mendengar dengannya,
penglihatannya yang ia melihat dengannya,
tangannya yang ia menyergap dengannya,
dan kakinya yang ia berjalan dengannya.
Jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memenuhinya dan jika memohon perlindungan kepada-Ku maka Aku akan melindungi-Nya
Biarkan aku berhenti melihat diriku & mulai melihat diri-Mu.
Bukankah Engkau lebih dekat denganku daripada aku dengan diriku.
@anggakatmadja, Rumah Cahaya, 23.46 WIT
Labels:
Cinta,
Hakekat,
Pendidikan,
Perumpamaan,
Sajak,
Teori
September 22, 2012
Annabiy Shollu Alaih
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Ya Hadhirin 'Ilamu 'Ilmal Yakin
Annabiy Ya Hadhirin 'Ilamu 'Ilmal Yakin
Annarobbal 'Alamiin Faradhosholawatullahi 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Ya Manhadhor Annabiy Khoirul Basyar
Annabiy Ya Manhadhor Annabiy Khoirul Basyar
Mandana Lahul Qomar Wanazal Salam 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Dzakal 'Aruus Dzikruhu Yuhyi Nufuus
Annabiy Dzakal 'Aruus Dzikruhu Yuhyi Nufuus
Annashoro Wal Majus Aslamu Baina Yadaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Alhasan Tsumal Husain Linnabi qurrotul 'Aini
Alhasan Tsumal Husain Linnabi qurrotul 'Aini
Nuruhum Kalkaukabain Jadduhum Shollu 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Ya Hadhirin 'Ilamu 'Ilmal Yakin
Annabiy Ya Hadhirin 'Ilamu 'Ilmal Yakin
Annarobbal 'Alamiin Faradhosholawatullahi 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Ya Manhadhor Annabiy Khoirul Basyar
Annabiy Ya Manhadhor Annabiy Khoirul Basyar
Mandana Lahul Qomar Wanazal Salam 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Dzakal 'Aruus Dzikruhu Yuhyi Nufuus
Annabiy Dzakal 'Aruus Dzikruhu Yuhyi Nufuus
Annashoro Wal Majus Aslamu Baina Yadaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Alhasan Tsumal Husain Linnabi qurrotul 'Aini
Alhasan Tsumal Husain Linnabi qurrotul 'Aini
Nuruhum Kalkaukabain Jadduhum Shollu 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Annabiy Shollu 'Alaihi
Sholawatullahi 'Alaihi
Wayam Na'ul Barokah
Kulluman Sholla 'Alaihi
Shalawat Tarhim
Syair Shalawat Tarhim
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în
Artinya
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu
dan engkau menjadi imam
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu
Asal Usul Shalawat Tahrim
Shalawat ini pertama kali dipopulerkan
di Indonesia melalui Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), Surabaya
pada akhir tahun 1960′an. Penciptanya adalah Shaikh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir. Bagaimana asal mula ceritanya shalawat tarhim ini akhirnya bisa sampai ke Indonesia? Menurut Cak Nun Syaikh Al Hussary pernah berkunjung ke Indonesia—misi belum diketahui, mungkin dalam rangka study tour—dan beliau ‘dibajak’ di Lokananta, Solo untuk rekaman shalawat tarhim ini.
Syaikh Mahmoud Al-Hussary (1917-1980,
Ù…ØÙ…ود خليل Ø§Ù„ØØµØ±ÙŠ) adalah ulama lulusan Universitas Al-Azhar dan
merupakan salah satu Qâri’ (pembaca Quran) paling ternama di jamannya, sampai-sampai ia digelari Shaykh al-Maqâri (sing ahli qiroah).
Syaikh Al-Hussary dikenal karena kepiawaiannya dalam membaca Qur’an
secara tartîl. Ia mengatakan bahwa membaca Qur’an bukan semata-mata
tentang irama (lagu) atau seni bacaannya, yang paling penting
adalah tartîl: memahami bacaan Qur’an dengan baik dan benar, yaitu
melalui studi kebahasaan (linguistik) dan dialek Arab kuno,
serta penguasaan teknik pelafalan huruf maupun kata-perkata dalam Quran.
Dengan begitu bisa dicapai tingkat kemurnian (keaslian makna) yang
tinggi dalam membaca Al-Qur’an.
September 21, 2012
menjadi orang yang mencintai
O,kawan!
Aku mempunyai hati yang terluka
dan mengetahui nilainya
Meski banyak orang menolak rasa sakit ini
aku tidak akan menawarkan untuk menjualnya
Andai orang tahu akan harga luka hati ini
pasti mereka akan membelinnya
:
dengan nilai tukar apa pun!
Siapakah yang mau membeli penyakit
dengan imbalan sesuatu yang sehat?
Namun bagiku
tanpa rasa sakit dan luka hati ini
hatiku akan hanya menjadi batu
:
atau seonggok daging!
O,kawan!
Aku mendoakan dengan tulus
kepada para budak materi dan hamba tubuh
serta para pemilik harta benda
:
semoga Allah memberkati mereka!
Sedikit pun
aku tidak merasa iri
dan hendak memperebutkannya bersama mereka
Aku akan tetap merawat luka ini
karena dibalik rasa sakit ini ada Cinta
:
yang tak akan pernah musnah dan berubah!
Memang banyak penderita penyakit
mengharapkan kesembuhannya
kecuali para penderita sakit Cinta
:
mereka pasti ingin menanggungnya!
O,kawan!
Aku gembira dalam luka
Aku senang dalam kebingungan ini
Aku tidak pernah menemukan suguhan
yang lebih manis ketimbang derita ini
Aku tidak pernah menemukan
kesehatan yang lebih utama
:
dari luka hati ini!
Luka hati yang menyembunyikan Cinta ini
sunggguh dapat mengubah segalanya
Derita hati ini menganugrahiku sayap
yang menerbangkan jiwaku
dengan membawa beban berat ke angkasa raya
:
dari bumi ke bintang gemintang!
O,kawan!
Ambillah apa yang terhidang di alam raya ini
Ambillah kalau itu masih ada padaku
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah
:
biarlah yang tersisa kegilaan ini!
Derita dan luka hatiku
yang menyisakan kegilaan ini
:
menjadi gelora Cinta abadi!
O,kawan!
Luka hatiku dan rasa derita ini
bagai sebuah kampung yang telah dirubuhkan
dan dimusnahkan
namun nyeri hati ini memberiku nyala Cinta
bagai perahu Nabi Nuh
yang membuat para penumpangnya
tidak pernah khawatir
:
bakal teggelam!
Aku sering mendengar khabar
orang yang pandai berenang itu tenggelam
dalam Samudra nan dalam
Namun aku tidak pernah melihat
ada perahu Iman dan Cinta
:
yang karam!!!
O,kawan!
Aku berpesan padamu
jika kamu tidak mampu menjadi orang yang dicintai
masih ada kesempatan bagimu
menjadi orang yang mencintai
masih ada kesempatan bagimu
:
menjadi orang yang mencintai!!!
Aku mempunyai hati yang terluka
dan mengetahui nilainya
Meski banyak orang menolak rasa sakit ini
aku tidak akan menawarkan untuk menjualnya
Andai orang tahu akan harga luka hati ini
pasti mereka akan membelinnya
:
dengan nilai tukar apa pun!
Siapakah yang mau membeli penyakit
dengan imbalan sesuatu yang sehat?
Namun bagiku
tanpa rasa sakit dan luka hati ini
hatiku akan hanya menjadi batu
:
atau seonggok daging!
O,kawan!
Aku mendoakan dengan tulus
kepada para budak materi dan hamba tubuh
serta para pemilik harta benda
:
semoga Allah memberkati mereka!
Sedikit pun
aku tidak merasa iri
dan hendak memperebutkannya bersama mereka
Aku akan tetap merawat luka ini
karena dibalik rasa sakit ini ada Cinta
:
yang tak akan pernah musnah dan berubah!
Memang banyak penderita penyakit
mengharapkan kesembuhannya
kecuali para penderita sakit Cinta
:
mereka pasti ingin menanggungnya!
O,kawan!
Aku gembira dalam luka
Aku senang dalam kebingungan ini
Aku tidak pernah menemukan suguhan
yang lebih manis ketimbang derita ini
Aku tidak pernah menemukan
kesehatan yang lebih utama
:
dari luka hati ini!
Luka hati yang menyembunyikan Cinta ini
sunggguh dapat mengubah segalanya
Derita hati ini menganugrahiku sayap
yang menerbangkan jiwaku
dengan membawa beban berat ke angkasa raya
:
dari bumi ke bintang gemintang!
O,kawan!
Ambillah apa yang terhidang di alam raya ini
Ambillah kalau itu masih ada padaku
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah!
Ambillah
:
biarlah yang tersisa kegilaan ini!
Derita dan luka hatiku
yang menyisakan kegilaan ini
:
menjadi gelora Cinta abadi!
O,kawan!
Luka hatiku dan rasa derita ini
bagai sebuah kampung yang telah dirubuhkan
dan dimusnahkan
namun nyeri hati ini memberiku nyala Cinta
bagai perahu Nabi Nuh
yang membuat para penumpangnya
tidak pernah khawatir
:
bakal teggelam!
Aku sering mendengar khabar
orang yang pandai berenang itu tenggelam
dalam Samudra nan dalam
Namun aku tidak pernah melihat
ada perahu Iman dan Cinta
:
yang karam!!!
O,kawan!
Aku berpesan padamu
jika kamu tidak mampu menjadi orang yang dicintai
masih ada kesempatan bagimu
menjadi orang yang mencintai
masih ada kesempatan bagimu
:
menjadi orang yang mencintai!!!
Bento Indonesia,21132F4C.
Labels:
Cinta,
Hakekat,
Perumpamaan,
Sajak
September 18, 2012
Tak sampai hati
kisah lama di ulang kembali
agar setiap yang bijak mampu memberi arti
sungguh segenap kisah yang ada di dunia slalu akan diulangi
dan pasti akan terjadi
karna itulah cara Tuhan mengajarkan esensi
akan siapa Dia yang hakiki
moga menjadikan kita insan sejati
dalam naungan Ridho Illahi
duh sahabat duh ummati
jangan kau kira yang hinaan itu adalah api
sebab nantinya kau sendiri
yang akan terbakar dan mati
dulu kanjeng nabi Muhammad slalu dihina dan dimaki
dan sahabat yang melihat tak tega hati
hendak marah membalas membenci
mengasah pedang, keris dan belati
ternyata kanjeng nabi tak sampai hati
api emosi tak jadi kobaran api
diganti cahaya ketulusan hati
bahkan yahudi tuapun slalu ia suapi
dengan tangan lembutnya setiap hari
duhai suri tauladan kesabaran sejati
duhai yang selalu bimbang memikirkan ummati
sirah hidupmu yang kokoh ini
menjadikan muslim sejati jauh dari api benci
sekali lagi tangis rindu ini kembali
aku mengambil sari
atas apa yang terjadi padamu masa ini
hinaan padamu yang di nyatakan Illahi Robbi
kepada kami ummati
mengajarkan kami arti sabar sejati
bak sahabat yang hidup bersamamu menjadi islami
Allahumma shalli ala sayyidina muhammad
Al Fatihah..
August 19, 2012
Merajut cinta dalam lebaran
O,Kawan!
Lihatlah itu
pada hari Lebaran tiba
di bumi pertiwimu
masih saja selalu ada
:
orang-orang merajut Cinta!
Orang-orang tua menangis bahagia
melihat anak-anak cucunya datang menghiba
atas kemaafan dan doa-doanya
:
mereka larut dalam Samudra Cinta!
Murid-murid mendatangi gurunya
mengenang Cinta yang tertunaikan
:
atas cahaya dalam dadanya!
Anak-anak merunduk
di pangkuan orang tua yang membesarkan
:
dengan bahasa air matanya!
Orang-orang lalu lalang
dari segala penjuru
dengan membawa-bawa mutiara
yang tak ternilai harganya
terselip dalam dada
:
yang bernama Cinta!
Kesalahan terlalu lemah
di altar Cinta
setiap perjumpaan pun senyum menjelma
:
menghapus dendam di dada!
Karunia-karunia mengemuka
pada hidangan beraneka warna
suasana surga pun turun di bumi pertiwi
:
bak pesta perkawinan saja menyatukan jiwa-jiwa!!!
Rumah Cinta,21132F4C.
Berbeda & Cinta
Kawanku
Usahlah engkau
Memikirkan perbedaan
Beda
:
antara aku dan dirimu
antara dirimu dan mereka
Kawanku
Kiranya engkau berkenan
Fikirkanlah tentang cinta
Cinta
:
antara aku dan dirimu
antara dirimu dan mereka
Sungguh
Semua terjadi karna cinta
Tanpa cinta
Semua yang ada itu tiada
Tanpa cinta
Semua beda akan menjadi sia
Tanpa cinta
Semua beda tak mampu menyatu
Tanpa cinta
seorang perancang
Tak kan mampu menyatukan
semen, pasir, batu & besi
Menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan indah dimata.
Tanpa cinta
Melodi indah kehidupan
Tak kan terdengar jelas
Kawanku
:
semua
di sajakkan karna cinta
Cinta
:
antara aku dan dirimu
antara dirimu dan mereka
Sungguh
Semua terjadi karna cinta
Tanpa cinta
Semua yang ada itu tiada
Tanpa cinta
Semua beda akan menjadi sia
Tanpa cinta
Semua beda tak mampu menyatu
Tanpa cinta
seorang perancang
Tak kan mampu menyatukan
semen, pasir, batu & besi
Menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan indah dimata.
Tanpa cinta
Melodi indah kehidupan
Tak kan terdengar jelas
Kawanku
:
semua
di sajakkan karna cinta
semua
Tentang aku, dirimu dan Dia
1 syawal 1433H , 08:08 wite
@anggakatmadja | 26086C9F
Tentang aku, dirimu dan Dia
1 syawal 1433H , 08:08 wite
@anggakatmadja | 26086C9F
Syair tentang ibu

Wahai bunda, melalui dirimulah Tuhan
telah menghadirkan kami di semesta ini
Meskipun engkau harus merasakan
pedihnya penderitaan dan kesengsaraan
Sembilan bulan engkau telah mengandung kami
dan selam itu pula engkau dalam penderitaan
Engkau baru dapat melepaskan penderitaan itu
setelah melakukan persalinan
Betapa banyak engkau telah melahirkan para dermawan
yang telapak tangannya selalu memberi
Dan betapa banyak engkau telah melahirkan
generasi baru yang akan terjun ke samudra kehidupan
Wahai bunda, sungguh sering engkau bergadang
karena tidak bisa tidur
Sementara air susu dari kedua putingmu
selalu memberikan nutrisi kepada kami
Sepanjang malam air matamu selalu menetes
ketika duri menusuk salah satu tangan kami
Tangan kananmu sering menjadi bantal kami
sedangkan tangan kirimu
mendekatkan kedua payudaramu ke mulut kami
Ketika kami mendapat kebaikan,
engkau pun merasa gembira
kegembiraanmu jelas terlihat pada bibirmu
yang tersenyum, yang menjadi kehidupan semangat kami
Namun, jika keburukan menimpa kami
terangnya waktu pagi kau gantikan dengan kegelapan (bersedih)
Sesungguhnya engkau orang termulia
yang selalu membantu kami
Karena itulah, agama memberikan semangat pada kami
untuk mendapati keridhaanmu
Wahai bunda, hal itu kami lakukan
agar Tuhanmu meridhai kami
Sebab pada dirimu terdapat petunjuk,
anugerah dan semua kebaikan
Jika kami durhaka kepadamu,
maka nerakalah yang akan menjadi tempat kembali kami.
August 18, 2012
Syi'ir tanpo waton (sya'ir tanpa aturan)
Ya rosulalloh salamun’alaik…
Ya rofi’a syaani waddaaroji…
‘atfatan ya jiirotal ‘aalami…
Ya uhailal juudi wal karomi…
(Duhai utusan Allah Semoga keselamatan tetap atasmu
Duhai yang luhur budinya dan tinggi derajatnya
Rasa cintaku padamu duhai nabi pemimpin sekalian alam
Duhai ahlinya kedermawanan dan kemurahan hati)
Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring Pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan.
(Kumulai menguntai syairan
Dengan memuji pada Tuhan
Yang merahmati dan memberi nikmat
Siang malam tanpa hitungan )
Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro
(Duhai kawan laki-perempuan
Jangan hanya mengaji syariat belaka
Hanya pandai berdongeng, tulis dan baca
Kelak di belakang bakal sengsara)
Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale
(Banyak yang hafal Al-Qur’an dan haditsnya
tapi suka mengafirkan yang lainnya
Kafirnya sendiri tidak dipedulikan
Jika masih kotor hati dan akalnya)
Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho
(Mudah ketipu nafsu angkara
Pada rias gebyar dunia
Iri dan dengki harta tetangga
Karena hatinya gelap dan nista)
Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine
(Mari saudara, jangan lupakan
Kewajiban dengan semua aturannya
Demi menebalkan iman tauhidnya
Bajiknya bekal, hati nan mulia)
Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane
(Disebut soleh karena bagus hatinya
Karena selaras dengan ilmunya
Menempuh thariqah dan ma’rifatnya
Juga hakikat merasuk jiwanya)
Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo
(Al-Qur’an Qodim wahyu mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itulah nasehat dari guru waskita
Tancapkan di dalam dada)
Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing iman
(Merasuk hati dan pikiran
Merasuk badan hingga ke dalam
Mu’jizat Rosul jadi pedoman
Sebagai jalan masuknya iman)
Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali
(Bersama Allah Yang Maha Suci
Harus pelukan siang dan malam
Dilakukan dengan tirakat riyadhoh
Dzikir dan suluk janganlah lupa )
Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking Pengeran
(Hidupnya damai merasa aman
Sampai dirasa tandanya iman
Sabar dan menerima walau sederhana
Semua hanya takdir dari Tuhan)
Kang anglakoni sakabehane
Allah kang ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate
(Yang bisa menjalankan semuanya
Allah lah yang mengangkat derajatnya
Walau rendah kelihatan tampaknya
Namun mulia maqom derajatnya)
Lamun prasto ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese
(Jika di akhir hayatnya
Tak tersesat ruh dan jiwanya
Dihantar Allah syurga tempatnya
Utuh mayatnya dan kafannya)
Ya rosulalloh salamun’alaik…
Ya rofi’a syaani waddaaroji…
‘atfatan ya jiirotal ‘aalami…
Ya uhailal juudi wal karomi…
(Duhai utusan Allah Semoga keselamatan tetap atasmu
Duhai yang luhur budinya dan tinggi derajatnya
Rasa cintaku padamu duhai nabi pemimpin sekalian alam
Duhai ahlinya kedermawanan dan kemurahan hati)
Al Fatihah
-----*-----
Labels:
Hakekat,
Musik,
Perumpamaan,
Sajak
August 12, 2012
August 10, 2012
Tentang Cinta
Cinta yang memaniskan segala yang pahit
Cinta yang mendekatkan segala yang jauh
Cinta yang meringankan segala yang dekat
Cinta yang menghidupkan segala yang mati
Cinta yang mensucikan segala yang najis
Cinta yang meng Emas kan segala tembaga
Cinta yang mengubah Derita
menjadi bahagia Tiada Tara
by Maulana Rumi
Cinta yang mendekatkan segala yang jauh
Cinta yang meringankan segala yang dekat
Cinta yang menghidupkan segala yang mati
Cinta yang mensucikan segala yang najis
Cinta yang meng Emas kan segala tembaga
Cinta yang mengubah Derita
menjadi bahagia Tiada Tara
by Maulana Rumi
Galau dan Cinta
Galau
sebuah ungkapan yang mulai tren di awal 2012
galau terjadi karna dalam hidup ini belum menemukan "titik temu" dalam hidupnya
Butuh Cinta untuk mengenalmu
Butuh Galau untuk mempuisikanmu
Cinta dan Galau ternyata dari Cahaya-Mu
Oh.. aku galaauu
sebuah ungkapan yang mulai tren di awal 2012
galau terjadi karna dalam hidup ini belum menemukan "titik temu" dalam hidupnya
Butuh Cinta untuk mengenalmu
Butuh Galau untuk mempuisikanmu
Cinta dan Galau ternyata dari Cahaya-Mu
Oh.. aku galaauu
Dzikir 1
Yaa Allah
Yaa Allah.. Yaa Manna nu Yaa Karim
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Yaa Allah.. Yaa Fattahu yaa Hamid
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Ya Rabbi...
Duh Gusti..
Dalam kesadaran hari-hari berganti
kami
meniti lorong-lorong waktu
aku temui didalamnya
suasana duka dan suka
semua bersumber dari-Mu
ketika kami suka
surga telah menyentuk kalbu
duka aku merasa sabar
sehingga keduanya melahirkan rindu
untuk mendekatkan kepada-Mu
mana kala kami taat
keintiman terasa
dan kami tidak ingin berpisah kepada-Mu
Yaa Allah.. Yaa Manna nu Yaa Karim
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Yaa Allah.. Yaa Fattahu yaa Hamid
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Allahumma shali a'la sayyidina Muhammad
Al fatihah..
Yaa Allah.. Yaa Manna nu Yaa Karim
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Yaa Allah.. Yaa Fattahu yaa Hamid
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Ya Rabbi...
Duh Gusti..
Dalam kesadaran hari-hari berganti
kami
meniti lorong-lorong waktu
aku temui didalamnya
suasana duka dan suka
semua bersumber dari-Mu
ketika kami suka
surga telah menyentuk kalbu
duka aku merasa sabar
sehingga keduanya melahirkan rindu
untuk mendekatkan kepada-Mu
mana kala kami taat
keintiman terasa
dan kami tidak ingin berpisah kepada-Mu
Yaa Allah.. Yaa Manna nu Yaa Karim
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Yaa Allah.. Yaa Fattahu yaa Hamid
Yaa Allah.. Yaa Rahman nu Yaa Rahim
Allahumma shali a'la sayyidina Muhammad
Al fatihah..
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Archive
-
►
2014
(30)
- ► 11/02 - 11/09 (1)
- ► 10/19 - 10/26 (29)
-
►
2013
(38)
- ► 07/07 - 07/14 (1)
- ► 05/19 - 05/26 (6)
- ► 05/12 - 05/19 (2)
- ► 04/28 - 05/05 (25)
- ► 04/14 - 04/21 (2)
- ► 03/24 - 03/31 (1)
- ► 01/20 - 01/27 (1)
-
►
2012
(104)
- ► 12/23 - 12/30 (52)
- ► 10/28 - 11/04 (2)
- ► 09/30 - 10/07 (2)
- ► 09/16 - 09/23 (8)
- ► 08/19 - 08/26 (6)
- ► 08/12 - 08/19 (3)
- ► 08/05 - 08/12 (31)
Categories
- Ad Durun Nafis (17)
- Al Hikam (4)
- Amalan (5)
- Berbakti (4)
- Cinta (19)
- Hakekat (32)
- Hikayat (49)
- Intisari (26)
- Jaswan Kabir (1)
- Kisah (7)
- Kitab (37)
- Medang (1)
- Motivasi (6)
- Musik (3)
- Pasrah (8)
- Pendidikan (16)
- Perumpamaan (20)
- Profil (5)
- Rumi (2)
- Sajak (30)
- Sirrul Assrar (27)
- Sufi (82)
- Tauhid (39)
- Tauladan (10)
- Teori (38)
- Tokoh (9)
- Yatim (1)
Followers
Entri Populer
-
NUR MUHAMAD Beliaulah yang mula mula sekali menyatakan bahwasanya kejadian Alam ini pada mulanya ialah dari pada “HAKIKATUL MUHAMMADIYAH” ...
-
Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf ...
-
Al-Mursyid Syekh Mufti Pangeran Panghulu Nata Agama Al-Habib Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh (Mursyid dan Mufti Besar Kesult...
-
Ketahuilah penjelasan alif, arti dari alif, asal alif adalah titik. Titik adalah atomik, sedangkan atom adalah ruh lembut. Arti dari ruh ...
-
Salah satu permata Kalimantan pada jaman dulu adalah Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari lahir sekitar tahun 1150 H (1735M) di Martapura ...
-
Martabat Tanazzul pada tingkat-tingkat berikut ini . 1. Alam Arwah. Pada tingkat inilah terhimpun dan terhampar luas sega...
-
Ki Hadjar Dewantoro RUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN: 1. Pada UUD-1945 Dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, sesudah menyatakan ...
-
Dalam deretan ulama Banjar, nama Syeikh Muhammad Nafis al-Banjari tak kalah masyhur dibanding Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kalau Muha...
-
dalam bahasa sunyi cinta yang bicara adalah perilaku bukan kata aku memang berpuitis tetapi ku lebih takjub kepada peristiwa melebihi...
-
Hakikat Dzat pada Sifat Allah .Sebelum melanjutkan membaca dan memahami kajian Hakikat Zat Pada Sifat Allah pada bagian ini, per...
About Me
- masangga
Powered by Blogger.





